PROPOLIS

PROPOLIS, Jenis, Kandungan, dan Manfaatnya



0822 1669 8412 - propolis, apa itu propolis, propolis adalah, jenis propolis, kandungan propolis, manfaat propolis, khasiat propolis, efek samping propolis, brazilian green propolis, propolis brazilian asli, propolis nano murah, propolis asli, propolis murah, propolis terbaik, reaksi propolis, propolis yang paling bagus, goodfit nano propolis, propolis goodfit, kegunaan propolis, fungsi propolis, obat herbal, obat propolis, propolis untuk pengobatan, dosis propolis, testimoni propolis, cara mengobati penyakit dengan propolis, cara minum propolis


Apa itu PROPOLIS? 

 

Alloh SWT berfirman dalam Al-Qur'an surat An-Nahl (lebah madu) ayat 68-69, yang artinya:

”Dan Tuhanmu mewahyukan kepada lebah: Buatlah sarang-sarang di bukit-bukit, di pohon-pohon kayu dan di tempat-tempat yang dibuat oleh manusia. Kemudian makanlah dari tiap-tiap (macam) buah-buahan dan tempuhlah jalan Tuhanmu yang telah di mudahkan. Kemudian dari perut lebah itu keluar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya, di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda (kebesaran Tuhan) bagi orang-orang yang berpikir.”

 

jenis propolis
propolis
Propolis berasal dari bahasa Yunani yaitu, "pro" artinya sebelum, dan "polis" yang berarti kota. Maksud propolis disini dapat diartikan sebagai benteng pertahanan sebelum masuk ke kota. Propolis adalah suatu zat yang berada pada sarang lebah (berasal dari air liur lebah) digunakan oleh lebah untuk menambal celah-celah sarang, menutup lubang, dan menjaga sarangnya agar tetap steril, terbebas dari kuman, bakteri, jamur, dan hama lainnya

Menurut penelitian, sarang lebah merupakan tempat yang paling steril di seluruh dunia, lebih steril daripada ruangan dalam rumah sakit. Propolis merupakan senyawa kompleks yang terdiri dari 45-55% resin (mengandung flavonoid), 25-35% lilin, 10% minyak aromatik, 5% bee pollen, dan 5% organik dan mineral lainnya. 

Propolis juga berfungsi untuk membungkus atau memumikan bangkai hama seperti cecak dan kecoak yang masuk ke sarang lebah. Propolis akan menghentikan pertumbuhan dan penyebaran bakteri, jamur, dan virus, sehingga penyakit tidak tersebar, dan sarang tetap steril. Hama yang telah terbungkus propolis akan menjadi awet dan tidak membusuk, hal ini disebabkan karena propolis bersifat antibakteri.


Propolis telah banyak digunakan sejak jaman kuno. Pada jaman dahulu, pendeta Mesir kuno menggunakan propolis sebagai salah satu bahan mengawetkan mumi. Dalam dunia kedokteran Arab, propolis diidentifikasi oleh Ibnu Sina sebagai malam yang berwarna gelap, sebagai sisa kotoran dari sarang. Sementara malam yang berwarna bening dikenali sebagai bahan untuk membuat sarang. Malam yang berwarna gelap ini diketahui memiliki sifat membersihkan. 

Namun tertulis juga dalam catatan Ibnu Sina, jika dicium akan menyebabkan bersin. Bangsa Asyria Kuno mempercayai propolis adalah obat untuk melawan kanker dan tumor. Sementara Bangsa Yunani menggunakan propolis untuk mengobati bisul / abses. Dalam pengobatan tradisional Georgia, ditemukan salep yang mengandung propolis untuk mengobati beberapa penyakit. Propolis digunakan untuk bayi yang baru lahir atau diusapkan kepada mainannya. Propolis juga digunakan untuk mengobati kutil, jika terjadi gangguan pernapasan, dan juga dalam kasus luka bakar.

Jenis PROPOLIS


jenis propolis
Jenis propolis
Berdasarkan letak geografis, jenis lebah madu, dan jenis tumbuhan sebagai makanan utaman lebah, terdapat beberapa jenis propolis di dunia ini. Secara garis besar, ada 3 wilayah penghasil propolis dalam jumlah yang besar dan bisa diproduksi, yaitu Australian / New Zealand Propolis, China / Taiwan Propolis, dan Brazilian Propolis

Jenis-jenis propolis tersebut dapat dibedakan dari jenis warnanya yaitu cokelat, hitam, dan hijau. Warna tersebut berasal dari kandungan flavonoid didalamnya. Propolis yang berwarna cokelat dan hitam hanya cocok untuk digunakan sebagai pengobatan luar tubuh saja, karena propolis yang berwarna cokelat atau hitam memiliki kandungan flavonoid yang terbatas dan dalam jumlah yang kecil. 

Menurut sebuah penelitian di salah satu universitas di negara Jepang pada tahun 2010, jenis propolis yang paling bagus adalah jenis Brazilian Green Propolis, karena memiliki kandungan flavonoid yang lengkap dan dalam jumlah yang banyak.
 
lebah afrika
Africanized Honey Bee
Brazilian Green Propolis disebut sebagai jenis propolis dengan kualitas nomor 1 di dunia karena dihasilkan dari jenis lebah Afrikanisasi (Africanized honey bees / AHBs), merupakan jenis lebah hibrida yang dihasilkan dari perkawinan silang antara lebah Afrika (Apis mellifera scutellata) dengan berbagai jenis lebah madu Eropa seperti Apis mellifera ligustica dan Apis mellifera iberiensis

Lebah madu Afrikanisasi adalah jenis lebah penghasil madu yang paling produktif diantara jenis lebah madu lain. Jenis lebah Afrikanisasi ini memiliki sistem imun yang lemah, sehingga propolis yang dihasilkannya jauh lebih kuat agar sarangnya tidak terinfeksi virus, bakteri, ataupun jamur. 

Lebah Afrikanisasi ini mengumpulkan propolis dari jenis tumbuhan Baccharis Dracunculifolia dan Dalbergia sp yang memiliki jenis flavonoid sangat lengkap. Dari hasil penelitian mengenai kandungan flavonoid, diperoleh fakta bahwa Brazilian Green Propolis memiliki kandungan quercetin (salah satu jenis bioflavonoids) antara 6-8%.



Menurut keterangan para ahli, propolis mengandung banyak sekali zat yang sangat bermanfaat untuk manusia, berikut ini adalah beberapa zat yang ada dalam propolis:
  • Flavonoid / bioflavonoids atau bisa juga disebut sebagai vitamin P, merupakan suatu zat yang ada dalam tumbuhan yang bermanfaat sebagai anti oksidan, anti kanker, anti alergi, anti peradangan, dan anti virus, bakteri dan jamur.   
  • Propolis mengandung semua jenis vitamin  (Vitamin A, B2, B6, E, C, D, H, P, asam folat, asam nikotinat) termasuk vitamin K.
  • Propolis mengandung semua jenis mineral yang penting untuk tubuh kecuali belerang / Sulfur.
  • Propolis mengandung 16 rantai Asam amino essensial yang dibutuhkan untuk regenerasi sel.
  • Propolis mengandung Artepillin C yaitu antioksidan tinggi yang menghambat pertumbuhan sel kanker, dan membunuh sel kanker.
  • Propolis mengandung zat CAPE (Caffeic Acid Phenethyl Ester) yang bermanfaat untuk mematikan semua jenis sel tumor dan kanker.
  • Propolis mengandung lebih dari 180 Phytochemicals yaitu senyawa yang ada di tanaman besar dengan usia di atas 100 tahun. Biasanya terdapat di bagian pelepah. Mengandung jenis antioksidan yang tidak ada di tanaman yang biasa kita makan.

Manfaat PROPOLIS


Seperti telah dijelaskan sebelumnya diatas, propolis banyak dimanfaatkan sejak jaman dahulu untuk pengobatan, hal ini disebabkan karena propolis memiliki sifat anti bakteri, anti virus, anti jamur, anti alergi, anti peradangan, anti kanker, dan anti oksidan yang tinggi. Berikut ini adalah beberapa fakta yang diungkapkan oleh para ahli mengenai manfaat propolis untuk kesehatan manusia:
  • John Diamond MD; propolis mampu mengaktifkan kelenjar thymus yang berfungsi sebagai sistem immunitas tubuh. Propolis dapat meningkatkan dan menjaga kekebalan tubuh terhadap penyakit.
  • dr. Giurcaneanu dan dr. Franjfeik dari Austria (1988) yang menguji coba propolis pada penyakit herpes zoster yang disebabkan oleh virus Varicella zoster dibuktikan propolis dapat mengurangi lamanya sakit, mengilangkan gatal dalam 3 hari, dan mengurangi rasa nyeri setelah 48 jam pemakaian.
  • Dr. Cardile dari Italy, menyebutkan bahwa kandungan asam amino, asam fenolat, ester asam fenolat, flavonoid, asam sinamat, dan asam kafeat yang terkandung dalam propolis memiliki efek antiinflamasi sekaligus menstimulasi sistem immun tubuh. Selain sebagai analgesik propolis memiliki peran sebagai anestesi
  • Profesor Izet Osmaganic dari Yugoslavia, propolis memiliki khasiat untuk mencegah penularan penyakit influenza. 
  • dr. Murad, menyarankan penggunaan propolis sebagai masker setiap malam untuk mengurangi keriput di wajah, menyembuhkan jerawat atau bintik kulit
  • Ray Kupinsel; propolis sebagai antibiotik alami yang mampu melawan berbagai macam penyakit tanpa efek samping.
  • Profesor Arnold Becket; propolis mampu menyembuhkan berbagai macam penyakit yang disebabkan oleh virus, bakteri dan jamur.
  • Russia Research Team (Tim Riset Rusia); Dalam propolis terdapat zat antibiotik alami dan anti viral, vitamin, asam amino, merupakan mineral yang sangat mujarab untuk obat penyakit mulut dan penyakit tenggorokan.
  • Dr. Fang Chu (dokter di Lien Yu Kang Hospital RRT Tiongkok); propolis berguna untuk obat penyakit kandungan lemak tinggi dalam darah dan untuk obat penyakit jantung.
  • Lembaga Riset Kanker Columbia, 1991; dalam propolis terdapat zat CAPE (Caffeic Acid Phenethyl Ester) yang berfungsi mematikan sel kanker. Dengan pemakaian zat CAPE  secara teratur selama 6 bulan dapat mereduksi kanker sebanyak 50%.
  • Majalah antibiotik VP Kivalkina; propolis sangat efektif untuk infeksi atau berbagai jenis peradangan tanpa batas kadaluwarsa.
  • The National Heart and Lung Institute London; dalam penelitian terakhirnya menunjukan bahwa bioflavonoids pada propolis mampu menghancurkan banyak bakteri yang resisten (kebal) terhadap antibiotik sintesis. Propolis sensitif terhadap Staphylococcus aureus (penyebab infeksi staph pada kulit), Streptococcus (bakteri penyebab radang tenggorokan), Escherichia Coli (bakteri penyebab gangguan pencernaan dan infeksi saluran kemih), virus Influenza, Herpes, Helicobacter Pylori (bakteri penyebab sakit maag kronis), Salmonella typhosa (penyebab penyakit diare, thypus, dan penyakit pencernaan lainnya). Propolis juga sensitif terhadap jamur yang menjadi penyebab penyakit kewanitaan (keputihan patologis), eksim, dan penyakit kulit lainnya yang disebabkan oleh jamur.
  • Dezidzer Grunburgers, di Universitas Kolombia, serta Dr. Hiroshi Maruta di Universitas Rumah Sakit Eppendorf Jerman; menyatakan bahwa propolis terbukti ampuh menghambat hingga menghentikan pertumbuhan sel-sel kanker pada kasus kanker yang umum diderita manusia.
  • Dr. Wang dari National Chung-Shan Medical University di Taiwan; Propolis efektif dalam menekan pertumbuhan virus TPA (COX-2), sehingga dapat mencegah kanker mulut.
  • Journal Medical Herbalism, propolis dalam bentuk obat kumur memberikan efek positif setelah empat minggu pemakaian yaitu mengurangi pembentukan plak, radang gusi, radang selaput lendir seperti sariawan, dan direkomendasikan untuk pengobatan gigi berlubang karena propolis dapat meningkatkan produksi dentin dan mendorong perbaikan gigi keropos dengan cara remineralis
  • Gueorguieva dan Vasillev, Brazil, propolis dapat merangsang pertumbuhan dinding lambung sehingga mempercepat penyembuhan tukak lambung.
  • Phytotherapy Research tahun 2010; menyebutkan bahwa propolis efektif melawan virus penyebab herpes.
  • The Journal of Alternative and Complementary Medicine tahun 2002; menyebutkan bahwa propolis efektif mengobati luka bakar, luka iris, dan jenis luka yang susah sembuh akibat diabetes.
  • Pharmological Research tahun 2005; menyebutkan bahwa propolis sangat ampuh untuk membantu mengobati penyakit diabetes, karena mampu memperbaiki fungsi pankreas dalam memproduksi insulin.
  • Dr. dr. Eko Budi Koendhori, M.Kes, FK UNAIR; Propolis mampu menekan kerusakan jaringan paru-paru pada mencit yang diinfeksi mycrobacterium tuberculosis (bakteri penyebab TBC), sehingga propolis efektif untuk mengobati penyakit TBC.
  • Prof. Dr. Mustofa, M.Kes, FK UGM; Propolis mempunya efek sitotoksis pada sel kanker dan invitro propolis berfungsi sebagai anti kanker, sel hela dan siha (keduanya merupakan sel kanker serviks), serta T47D dan MCF7 (sel kanker payudara) bisa dihambat dengan propolis.
  • Fu Hai-Liu, seorang peneliti Cina, menguji propolis pada mencit yang sengaja dibuat diabetes dan setelah tiga bulan gula darah, lemak darah, dan radikal bebas berkurang.
  • dr. Jessie Pamudji (Sekolah Farmasi ITB Bandung); Propolis mengandung senyawa yang bersifat anti mikroba yaitu flavon pinocembrin, flavonol galangin dan asam kafeat yang berfungsi sebagai anti bakteri.
  • dr. Hafuan Lutfi, MBA, FK Universitas Sriwijaya; Propolis bisa bekerja didalam dan diluar tubuh, memperbaiki fungsi kelenjar pankreas dalam memproduksi insulin sehingga menurunkan kadar glukosa darah sehingga sangat efektif untuk penyembuhan Diabetes Melitus.
  • Maruyama, Jepang, propolis dapat melebarkan pembuluh darah sehingga dapat mengobati penyakit hipertensi. Propolis juga memiliki efek antiagregasi, yaitu mengurangi atau menurunkan terbentuknya plak–plak yang dapat menyumbat pembuluh darah, sehingga dapat mengurangi gangguan atherosklerosis (pengerasan pembuluh darah) sebagai penyebab penyakit jantung koroner.
  • dr. Krivoruchko, Rusia, Propolis juga sangat efektif mencegah dan mengobati penyakit cacar air.
  • Sung-Kee Jo, Korea, menyimpulkan ekstrak propolis air dapat membantu melindungi sel-sel sumsum tulang belakang yang terkena radiasi pengobatan kanker termasuk mengobati kerusakan tingkat genetik.
  • Feuereisl dan peneliti dari Rusia (1958), melaporkan efektivitas propolis terhadap kuman tuberkolosis penyebab penyakit TBC.
  • Ilmuwan University of Minnesota, Amerika Serikat; Propolis mengandung zat anti viral yang menghambat masuknya virus kedalam cd4 plus limfosit mampu menghambat ekspresi virus HIV sampai dengan 85%.
  • David Diaz Carballo, "first world propolis science forum 2007" di Korea, menjelaskan bahwa kandungan asam kafeat dan plukenetion pada propolis juga memiliki efek sitotoksik pada sel kanker binatang dan manusia serta memiliki efek terhadap kanker ovarium hamster dan tumor pada tikus percobaan.
  • Dokter Agaard, meneliti propolis pada 50.000 orang di seluruh Skandinavia dan menyimpulkan propolis dapat digunakan oleh orang sehat maupun sakit untuk mencegah atau mengobati penyakit
  • Gerais Federal University Brazil, Penggunaan propolis sebagai salep antibiotik untuk sehari-hari dapat mencegah pertumbuhan dini bakteri dan jamur yang berbahaya, juga menstimulasi penyembuhan luka setelah operasi.
  • Dr. K. Lund Aagaard, Bioflavonoids yang terkandung dalam Propolis dapat mendegradasi radikal bebas yang disebabkan POLUSI, BAHAN PENGAWET, dan BAHAN KIMIA lain yang masuk kedalam tubuh. Kemampuan kerja BIOFLAVONOID ini setara dengan KEMAMPUAN 500 BUAH JERUK.

Dari berbagai hasil penelitian yang telah dilakukan oleh para ahli tersebut dapat dikatakan bahwa PROPOLIS adalah Obat Herbal yang sangat efektif untuk mengobati berbagai jenis penyakit. Banyak sekali jenis penyakit yang bisa diobati dengan propolis, seperti kanker payudara, kanker serviks, kanker lambung, kanker prostat, asma, TBC, thypus, demam berdarah, prostatitis, ginjal, jantung koroner,  berbagai jenis alergi, maag / radang lambung, radang tenggorokan, radang usus, batu ginjal, infeksi saluran kemih, stroke, diabetes mellitus, asam urat, kolesterol tinggi, tumor, HIV, flu dan pilek, sifilis, gonore, kencing nanah, kutil kelamin, keputihan, miom, kista, eksim, dan masih banyak lagi.

Demikianlah sedikit info mengenai propolis, jenis propolis, kandungan dalam propolis, dan manfaat propolis untuk kesehatan manusia. Semoga informasi ini bermanfaat untuk anda yang ingin mengetahui semua hal tentang propolis. Jika Anda ingin berkonsultasi mengenai propolis, silahkan hubungi:

Lanni
0822 1669 8412 / 5A1354C1


Referensi:


Black RJ. Vulval eczema associated with propolis sensitization from topical therapies treated successfully with pimecrolimus cream. Clin Exp Dermatol 2005;30(1):91-92.

Borrelli F, Maffia P, Pinto L, et al. Phytochemical compounds involved in the anti-inflammatory effect of propolis extract. Fitoterapia 2002;73 Suppl 1:S53-S63.

Boyanova L, Derejian S, Koumanova R, et al. Inhibition of Helicobacter pylori growth in vitro by Bulgarian propolis: preliminary report. J Med Microbiol 2003;52(Pt 5):417-419.

Cardile V, Panico A, Gentile B, et al. Effect of propolis on human cartilage and chondrocytes. Life Sci 2003;Jul 11, 73(8):1027-1035.

Carr RR, Nahata MC. Complementary and alternative medicine for upper-respiratory-tract infection in children. Am J Health Syst Pharm 2006 Jan 1;63(1):33-9.

Coelho LG, Bastos EM, Resende CC, et al. Brazilian green propolis on Helicobacter pylori infection. a pilot clinical study. Helicobacter 2007 Oct;12(5):572-4.

Cohen HA, Varsano I, Kahan E, et al. Effectiveness of an herbal preparation containing echinacea, propolis, and vitamin C in preventing respiratory tract infections in children: a randomized, double-blind, placebo-controlled, multicenter study. Arch Pediatr Adolesc Med 2004;158(3):217-221.

Eley BM. Antibacterial agents in the control of supragingival plaque--a review. Br Dent J 1999;186(6):286-296.

Gebaraa EC, Pustiglioni AN, de Lima LA, et al. Propolis extract as an adjuvant to periodontal treatment. Oral Health Prev Dent 2003;1(1):29-35.

Giusti F, Miglietta R, Pepe P, et al. Sensitization to propolis in 1255 children undergoing patch testing. Contact Dermatitis 2004;51(5-6):255-258.

Gregory SR, Piccolo N, Piccolo MT, et al. Comparison of propolis skin cream to silver sulfadiazine: a naturopathic alternative to antibiotics in treatment of minor burns. J Altern Complement Med 2002;Feb, 8(1):77-83.

Murata K, Yatsunami K, Fukuda E, et al. Antihyperglycemic effects of propolis mixed with mulberry leaf extract on patients with type 2 diabetes. Altern Ther Health Med 2004;10(3):78-79.

Samet N, Laurent C, Susarla SM, et al. The effect of bee propolis on recurrent aphthous stomatitis: a pilot study. Clin Oral Investig 2007 Jun;11(2):143-7.

Santos VR, Pimenta FJ, Aguiar MC, et al. Oral candidiasis treatment with Brazilian ethanol propolis extract. Phytother Res 2005 Jul;19(7):652-4.

Vynograd N, Vynograd I, Sosnowski Z. A comparative multi-centre study of the efficacy of propolis, acyclovir and placebo in the treatment of genital herpes (HSV). Phytomedicine 2000;7(1):1-6.  



Postingan terkait:

1 Tanggapan untuk "PROPOLIS"